Baksos Off The Road “Kawasan pasar pacar keling”

Bissmillahirrohmanirrohim

Salam Sejahtera bagi kita semua,
bagaimana kabar hari ini? semoga semua diberikan sehat selalu, dan diberikan Rizeki yang barokah dan berkah.
Kali ini kita akan berbagi cerita tentang kegiatan Baksos bulan Juni yang kami laksanakan tepat tgl 21 Juni 2014.

sedikit berbeda dengan bulan bulan sebelumnya, kali ini kita mengadakannya di tempat terbuka dan berbaur dengan banyak duafa dan fakir miskin. bertempat di kawasan pasar kumuh di jalan pacar keling surabaya.

tepat pukul 3 sore setelah selesai pulang dari kantor, kita berkumpul untuk melakukan koordinasi tempat dan teknis dan persiapan pembagian sembako. jam 15.30 kita berangkat bersama 1 mobil besar dan 1 mobil box.

zakat sodaqoh, sedekah, seribusenyum.com.5.

Kita parkir tepat di depan bak sampah pasar, meski bau sampah sangat menyengat hidung, kita tetap semangat mengumpulkan semua warga yang bertempat tinggal disitu.

 

zakat sodaqoh, sedekah, seribusenyum.com.3. zakat sodaqoh, sedekah, seribusenyum.com.2.zakat sodaqoh, sedekah, seribusenyum.com.1. zakat sodaqoh, sedekah, seribusenyum.com.4.

 

by www.SeribuSenyum.com

KEBAHAGIAAN MEMBERI

1Memberi mendatangkan kebahagiaan yang luar biasa, ketika mengulurkan tangan untuk menolong sesama dan berbagi dengan kehidupan mereka, maka akan terasa kebahagiaan yang mendalam, hidup jauh lebih berarti ketika memberi.

Kebahgaian itu tak bisa di ukur dengan apapun, kebahgaian itu relatif dan kebahgaian itu milik semua, semua berhak bahagia dan membahagiakan .

Di mulai dari rumah ke rumah seribu seyum menguatkan langkahnya untuk tetap berjalan dan memberi bantuan tuk yang membutuhkan, berawal dari sini saya sangat lah bahagia ketika berhadapan langsung dengan seseorang yang menerima bantuan sembako dari seribu senyum ,sebut saja ibu sulami tinggal di Jln.Kapas Madya III D/ 18 Surabaya. Ibu yang sudah berusia 77 tahun ini merupakan sosok ibu yang dengan kerja kerasnya sendiri lah ia masih bisa bertahan di gelombang ketidak adialn negeri ini.

Dan beliau menikmati hidup ini dengan Kebahagiaan. Kebahagian yang juga bisa saya rasakan saat bertatap muka langsung dengan ibu sulami, dari sorot matanya yang masih sangat jernih terpancar kebahagian dan ketenangan dalam jiwanya.bahagia itu pilihan, saya memilih bahagia dengan meliahat seseorang yang juga berbahgia jika menerima pemberian yang kita beriakn.

Kebahgaian yang hanya tak bisa diungkapkan tapi akan selalu terkenang di hati.terima kasih ibu sulami, engkau memberi pelajaran tentang arti mewarnai kebahagian itu sendiri.

Jiwa-jiwa yang fitrahnya hidup akan merasa bahagia apabila mampu memberi manfaat untuk orang lain. Sebaliknya, jiwa yang fitrahnya mati dan tertutup justru merasa bahagia jika melihat kesusahan dan penderitaan orang lain.

SEMOGA SEMUA INI BERPAHALA

Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda:

Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. (HR. Muslim).

Tak banyak hal yang dapat kita berikan untuk Negeri ini, Negeri yang sesngguhnya kaya akan sumber daya nya tapi sayang Faktor SDM yang tidak mendukung Menyebabkan ia begitu kecil di mata Dunia.

Mengawali langkah kemanusaian tak banyak yang bisa di perbuat saat ini, memeberi pun di rasa kurang, tapi kami tak pernah berputus asa dengan realitas kehidupan ini, melihat kondisi yang kian hari semakin memilukan hati kami.

Satu kisah kami temukan di sebuah perkampungan kecil di  jl. Kapas madya iii d/14 surabaya, sebuah keluarga kecil yang luar biasa hebat.sebut saja ibu sani (75 tahun ).sesosok  ibu yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dari keterbatsan yang beliau miliki tak menjadikan beliau lemah di tengah-tengah ganasnya kota metropolitan Surabaya ini.

Berawal dari situ seribu senyum semakin ingin banyak membantu untuk bisa meringankan beban masyarakat yang benar-benar membutuhkan.mendengar beribu jerit yang terkadang tak dapat di dengar oleh telinga. Pembagian Sembako yang kami berikan ke ibu Sani mungkin tak seberapa di banding pemerintah beriakan untuk menolong rakyatnya, tapi ada sisi lain yang membuat kami sangat bangga, kegiatan kami ini lah yang menjadiakn kami selalu bisa mendekat pada Rabb azawajala dan mensyukuri segala bentuk nikmat Yang telah Allah berikan.lewat merekalah kami sadar , bahwa kita semua masih di taraf enak, kami tak bisa membayangkan jika kami berada dalam kondisi yang ibu sani alami dengan segala keterbatsanya.

Semoga ALLAH senantiasa memberi kami kekuatan untuk menjalankan amanah umat yang begitu berat ini, Keikhlasan , kesabaran serta ke –istiqomahan yang akan selalu menjadi penguat langkah jihad ini.

Apa yang telah kami berikan tak luput dari nikmat yang ALLAH telah titipkan kepada kami .

Kenikmatan yang akan selalu kami bagi untuk semua orang, berawal dari satu semoga berpahala di seribu..

SERIBU TAK ADA ARTI JIKA SATU TAK MAMPU DI BERI

CIMG2969Keajaiban memberi itu bekerja seperti hukum sebab akibat. Jadi, kalau ada sebab pasti ada akibat, atau kalau ada akibat pasti ada penyebabnya. Dengan memberi kita selalu menanam kebaikan.

Dengan menanam kebaikan, berarti kita sudah menebar benih hubungan yang baik. Dengan menebar benih hubungan baik, maka kita akan menuai kebaikan. Dari panen itulah kita akan menerima hasil pemberian itu. Itu artinya, apa pun pemberian Anda suatu saat nanti akan mendapatkan balasan juga. Baik balasan di dunia atau pun di akhirat.

SERIBU SENYUM dengan langkah jihad nya yang bergerak pada bidang sosial tak hanya diam dengan realita kehidupan masyarakat sekarang yang masih sangat memprihatinkan. Fenomena itu lah yang menjadi pengerak hati kami tuk selalu ingin membantu baik yang bersifat materil maupun non materil.

Menyambangi rumah seorang ibu yang sudah tua, sebut saja ibu sumiyatun ,tinggal di Kapas Madya II F/ 5 Surabaya, status sebagai janda tak membuat ia pasrah dengan itu semua. walau sudah berumur 78 tahun beliau masih sanggup untuk bekerja dan melakukan hal-hal yang ia sanggup untuk membantu orang lain, miris sekali saat Seribu senyum bersilahturahmi untuk memberi sembako kepada ibu sumiyatun ini, dari balik senyum nya saat menerima bantuan dari kami tersimpan kesedihan yang sangat mendalam terpancar di sudut mata beliau. Perempuan yang sangat tegar. Dalam kondisi apapun ia tetap berusah untuk tersenyum.

Tak akan jadi seribu jika satu pun tak sanggup untuk  berikan, dari situ langkah kami untuk membantu sesama tak haruslah berhenti sampai sini. Banyak orang yang membutuhkan di luar sana. Dan tanpa kita sadari juga sering kita tak bisa melihat dan masa bodoh dengan hal-hal seperti itu.

Hikmah yang adapat di ambil dari kisah di atas adalah rasa syukur yang sangat luar biasa dari seorang ibu sumiyatun, dengan kondisi apa adanya, beliau masih sanggup bertahan dan menyimpan kesedihanya di balik senyuman.

Andai kita semua lebih peka dengan kondisi orang-orang di sekitar kita , berapa ribu jiwa yang akan bisa merasakan kebahgian karna uluran tangan kita, walau Cuma sedikit kalau kita memberinya dengan tulus dan ikhlas sedikit itu lah yang akan selalu membekas.

Semoga Allah senantiasa memeberi kemudahan bagi kami yang sesungguhnya kecil sekali daru karunia Mu yang telah Engkau berikan.

Ku langkahkan kaki ku untuk mu,, Ku awali 1 senyuman di SERIBU SENYUM selanjutnya..

MANFAAT MEMEBERI

CIMG3340Salah satu ajaran Islam yang mulia adalah adanya anjuran untuk gemar memberi kepada orang lain. Tuhan menjanjikan bahwa siapapun orangnya kalau dia banyak memberi maka sudah dapat dipastikan kelak dia akan banyak menerima kemuliaan dan keagungan dalam hidupnya.

Memberi memang ajaib, selain mendatangkan kesenangan, juga akan mendekatkan sesuatu yang jauh, menyatukan segala yang tercerai berai dan segudang manfaat yang tak bisa dihitung lagi.

Berawal dari situ lah seribu senyum selalu ingin berbagi bersama dengan orang-orang yang membutuhkan. Kegiatan itu bermula saat kami mengadakan bakti sosial dengan pembagian 100 Sembako bagi warga yang kurang mampu,tepatnya di TPS KEPUTIH.

Antusias warga yang sangat senang melihat kedatangan kami ,tim seribu senyum, luar biasa membuat hati kami semakin tergerak untuk segera bisa bertatap muka langsung. “matur suwun sanget geh mas,alhamdulillah angsal rezeki,mogo di bales amalipun kalih gusti ALLAH” ucapan dari salah satu orang yang kami beri sumbangan. Begitu bahagianya saat semua yang menerima sumbangan dari kami tersenyum dan mengucapkan terima kasih, tak terkira sungguh bahagianya hati ini melihat semua itu, Nikmat  Tuhan ,Manakah yang kamu dustakan??

Jika kita tak mampu memberi dengan sesuatu yang bersifat materil, dengan senyuman tuluspun akan membawa dampak yag luar biasa bagi yang melihat dan oarang yang memberi senyum tadi, seperti halnya ‘’ Senyummu terhadap saudaramu adalah shodaqoh”. Simpel sekali sebenarnya Islam itu mengajarkan kepada pemeluknya untuk saling mengamalkan yang Allah telah berikan dan anugerahkan kepada setaiap hambanya.

Pemberian ini tidaklah berarti jika yang di beri tak merasakan kebahagian. Pemberian ini tiadalah berguna jika hanya di dasari pada sifat kesombangan semata. Allah lebih tahu apa saja yang di fikirkan hamba-Nya. tak henti kami memberi,tak lelah kami ingin selalu berbagi. Seribu senyum untuk Negeri.

BABSOS DENGAN 133 ANAK YATIM, FAKIR MISKIN & KAUM DHUAFA

CIMG0582Pada tanggal 18 Mei 2014 kemarin, komunitas seribu senyum bekerjasama dengan SMP Muhammadiah 2 Genteng Surabaya mengadakan baksos didaerah Wonorejo IV/96, bertepatan di Yayasan Himmatun Ayat bersama 133 anak yatim dan kaum dhuafa’. Alahamdulillah walaupun suasananya kurang maksimal dan kurang kondusif tetapi tidak mengurangi tawa dan senyuman dari mereka. inilah bukti konkrit dari gerakan komunitas seribu senyum memberikan kontribusi sosial sebagai bentuk keprihatinan terhadap anak yatim, fakir miskin dan kaum dhuafa, dengan cara memberikan seperti inilah, sehingga nantinya bisa termotivasi untuk terus belajar dalam meraih masa depan yang lebih baik.

Dari acara seremonial yang diselenggarakan yang di training oleh seorang motivator yang mumpuni, dan permainan yang di pandu oleh tim kriatif SMP Muhammadiyah 2 Genteng Surabaya selama kurang lebih satu jam setengah alokasi waktu yang diberikan. Maka Ketika sang motivator memberikan training motivasinya banyak canda tawa yang terpatri dari mereka melihat sang motivator bercinkrak-cingkrak didepan, dan bagi yang bisa meniru contoh dari sang motivator tentunya akan diberi hadiah biskuit. Ada beberapa anak secara bergantian mencoba menirunya, tetapi beberapa anak sukses dan sebagian anak yang gagal. Sehingga antosiasme dari mereka sangat maksimal tidak membuat membuat jenuh, apalagi motivatornya sangat homuris itu yang juga mensuplai semangat dari mereka.

Ketika acara seremonial selesai dilaksanakan, maka langsung kumunitas seribu senyum membagikan bingkisan secara bergiliran, walaupun secara kasat mata pemberian itu tidak seberapa, akan tetapi hal itu merupakan suatu kepeduliaan terhadap sesama, khususnya bagi orang-orang yang membutuhkan. Maka dari itu, substansi nilai baksos yang di selenggarakan itu, memberikan suplai semangat baru untuk bisa memksimakan dirinya untuk memproses masa depannya lebih baik. Semoga Allah swt terus merahmati kita semua dalam berlomba-lomba kebaikan.

SANTUNAN AL-QUR’AN UNTUK MASYARAKAT PRIGEN PASURUAN

CIMG0614Dewasa ini semakin maraknya problematika kehidupan ditengah-tengah masyarakat pedesaan yang terpencil dengan kurangnya abdet ilmu pengetahuan, akhirnya taqlid dari berbagai macam hal, khususnya diderah prigen pasuruan sehingga wilayah tersebut menjadi objek krestenisasi bagi kaum misionaris untuk mengkafirkan masyarakat yang ada disana. Karena pada dasarnya yang menjadi objek sasaran mereka adalah orang-orang awam lagi miskin, mulai dari daya dan upaya membujuk dan merayu dari berbagai macam hal untuk mengelabuhinya, salah satunya dengan berupa perhiasan materi, sehingga kalau misalkan tidak kuat prinsip dan aqidahnya maka akan luntur keislamannya dan terpengaruh didalamnya. Kalau misalkan kita perhatikan sesuai dengan misi mereka yang sudah termaktub di kalamullah yaitu “mereka tidak akan pernah tinggal diam untuk mengelabuhi orang islam sampai ia masuk pada agamanya”.

Demikian Kristenisasi lebih diprioritaskan untuk menjauhkan umat muslim dari agama yang dianut kemudian memurtadkannya sehingga masuk pada agama mereka, karena misi utama mereka bukan secara langsung menghancurkan kaum Muslimin sebagai seorang Kafir, namun mengeluarkan seorang Muslim dari Islam dengan berlahan-lahan, dan salah satu misi mereka adalah menjauhkan orang muslim dari sumber rujukannya yaitu Al-Qur’an Al-Karim. Karena usaha Kristenisasi itu dilakukan dengan segala daya, biaya peralatan yang lengkap, rencana yang masak, tehnik yang tinggi, kemauan dan kesungguhan yang mantap dan kuat, keyakinan yang mendalam serta melalui segala jalan dan saluran yang meresap dalam hampir semua aspek kehidupan manusia: sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, politik dan segala macam hiburan lainnya. maka dari itulah kemudian Apabila seorang muslim sudah jauh dari Al-Qur’an pastinya akan terhanyut dengan misi-misi mereka.

Dari problematika kehidupan masyarakat tersebut seperti yang diuraikan diatas maka harus ada alternatif konkrit yang dilakukan oleh cendikiawan-cendikiawan muslim untuk mencegah dan mengantisipasi krestenisasi yang semakin marak dilakukan oleh mereka. salah satu pencegahan utamanya yaitu mendekatkan mereka pada Al-Qur’an, dan juga memberikan pencerahan-pencerahan secara istiqamah untuk bisa memantapkan aqidah mereka sehingga suatu saat apabila diterpa dengan berbagai macam situasi apapun tidak tergoyahkan sedikitpun. Karena di daerah prigen pasuruan merupakan daerah strategis untuk kaum misionaris melakukan misinya, apalagi masyarakatnya kebanyakan orang-orang awam dan lagi masyarakatnya masuk pada taraf kemiskinan, hal itu semakin gampang penyusupan mereka.

Maka Langkah konkrit yang dapat dilakukan oleh “Komunitas Seribu Senyum” memberikan Santuanan Al-Qur’an secara gratis bekerjasama dengan mahasiswa STAIL Hidayatullah yang terjun langsung dengan masyarakat disana melalui program KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang dilaksankan selama alokasi watu kurang lebih satu bulan. Dengan berbagai konsep acara yang dilakukan untuk senantiasa masyarakat bisa dekat dengan Al-Qur’an, sehingga untuk menutup kemungkinan mencegah Krestenisasi yang senantiasa dilakukan oleh misionaris untuk mengkafirkan masyarakat yang ada disana. Semoga Allah terus melindungi kita semua, amien.

ISRA’ MI’RAJ DAN TEORI RELATIVITAS

Sejarah Islam mencatat peristiwa unik dan sulit dicerna akal, Isra dan Miraj. Secara istilah, Isra berjalan di waktu malam hari, sedangkan Miraj adalah alat (tangga) untuk naik. Isra mempunyai pengertian perjalanan Nabi Muhammad saw pada waktu malam hari dari Malsjid Al Haram Mekkah ke Masjid Al Aqsha Palestina. Miraj adalah kelanjutan perjalanan Nabi Muhammad saw dari Masjid Al Aqsha ke langit sampai di Sidratul Muntaha dan langit tertinggi tenpat Nabi Muhammad saw bertemu dengan Allah swt. Isra’ Miraj adalah kisah perjalanan Nabi Muhammad ke langit ke tujuh dalam waktu semalam. Prosesi sejarah perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad termaktub dalam QS. 17.Al-Isra’ :1 yang berbunyi

“Maha suci Allah yang menjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Majidil Aqsha yang Kami berkahi sekelilingnya agar Kami memperlihatkan kepadanya sebahagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. (QS. 17.Al-Isra’ :1)

Dan tentang mi’raj Allah menjelaskan dalam QS. An-Najm:13-18:

“Dan sesungguhnya dia (Nabi Muhammad SAW) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat (Sidratul Muntaha) ada syurga tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh suatu selubung. Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm:13-18)

Rasulullah SAW melihat secara langsung.

Allah ingin memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya kepada Rasulullah SAW. Pada Al Qur’an surat An Najm ayat 13 diatas, terdapat kata “Yaro” dalam bahasa Arab yang artinya “menyaksikan langsung”. Berbeda dengan kata “Syahida”, yang berarti menyaksikan tapi tidak musti secara langsung. Allah memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya itu secara langsung.

Mengenai pemahaman tentang Isra’ Mi’raj banyak kaum muslim yang masih memiliki perbedaan pandangan secara mendasar, yang terbagi dalam:

  • Pemahaman dgn beranggapan peristiwa isra’ Mi’raj hanyalah sekedar perjalanan ruh, spiritual atau metaphor journey Nabi Muhammad SAW tidak dengan jasad fisik. Pemahaman ini berpegang kepada surah Al Quran :

QS. 17 Al-Isra’ : 60 “…Tidak lain mimpi yang Kami perlihatkan kepadamu adalah sebagai ujian bagi manusia…”

  • Sebaliknya ada yang berpendapat, bahwa isra’ dari Mekah ke Bait’l-Maqdis itu dengan jasad atau physical journey. Sedang mi’raj ke langit adalah dengan ruh atau metaphor journey.
  • Pemahaman lain menyatakan bahwa Isra’ Mi’raj adalah perjalanan dengan jasad (fisik) dan dapat dijelaskan dalam ilmu yang dipahami manusia karena merupakan peristiwa nyata.

Pemahaman secara fisik (physical journey).

ISRA`MI`RAJ, sebagai sebuah peristiwa metafisika (gaib), barangkali bukan sesuatu yang istimewa. Kebenarannya bukanlah sesuatu yang luarbiasa. Kebenaran metafisika adalah kebenaran naqliyah (dogmatis) yang tidak harus dibuktikan secara akal, namun lebih bersifat imani. Valid tidaknya kebenaran peristiwa metafisika—secara akal, bukanlah soal selagi ia diimani.

Didalam pemahan secara fisika banyak orang mempertanyakan ke-shahih-an Isra` Mi`raj;  “apakah mungkin manusia melakukan perjalanan sejauh itu hanya dalam waktu kurang dari semalam?” . Kaum kafirpun telah menantang Rasulullah seperti  diberitakan dalam Al Quran dalam surat  Al-Israa: 93.

Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca”. Katakanlah: “Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?”

Dan  didalam Hadist

Ketika orang-orang Quraisy tak mempercayai saya (kata Nabi SAW), saya berdiri di Hijr (menjawab berbagai pertanyaan mereka). Lalu Allah menampakkan kepada saya Baitul Maqdis, saya dapatkan apa yang saya inginkan dan saya jelaskan kepada mereka tanda-tandanya, saya memperhatikannya….” (HR. Bukhari, Muslim, dan lainnya).

dan banyak Hadist – hadist lainnya.

Peristiwa perjalanan Isra’ Mi’raj dan  teori relativitas.

Diantara keduanya terdapat faktor persamaan dan perbedaan didalam proses kejadian,

persamaan kedua kisah antara lain:

  • Keduanya  membahas  perihal  perjalanan atau journey dari Bumi ke luar angkasa lalu kembali ke Bumi.
  • Keduanya  membahas  penggunaan  faktor “Speed” atau “kecepatan”  tinggi  didalam  pemberitaannya
  • Konsep mengenai perpisahan antara  dua manusia (atau lebih) digunakan sebagai bahan pokok  atau object pembahasan didalam kedua cerita.

Dalam Isra Miraj, Rasulullah meninggalkan kaumnya di bumi untuk bepergian ke Majidil Aqsha  lalu ke Langit ketujuh, dalam kasus teori relativitas menceritakan tentang dua saudara kembar A dan B, dimana saudara kembar B bepergian keluar angkasa.

Sampai disini dari hal hal tersebut diatas, kita  sudah dapat mengambil kesimpulan secara gamblang,  bahwa peristiwa Isra Miraj adalah benar. Bagaimana mungkin seorang  manusia  yang ummi  14 Abad yang silam dapat membuat sebuah cerita atau teori yang dapat dibuktikan didalam abad ke 20 dengan sedemikian detailnya. Dengan kata lain tidak mungkin Rasulullah  SAW mencontoh teori Albert Einstein yang lahir sesudahnya (?).

Teori Relativitas.

Theori Relativitas membahas mengenai Struktur Ruang dan Waktu serta mengenai hal hal yang berhubungan dengan Gravitasi. Theori relativtas terdiri dari dua teori fisika, relativitas umum dan relativitas khusus. Theori relativitas khusus menggambarkan perilaku ruang dan waktu dari perspektif pengamat yang bergerak relatif terhadap satu sama lain, dan fenomena terkait. Artikel ini hanya dibahas theori relativitas khusus dan Efek yg  disebut dilatasi waktu (dari bahasa Latin: dilatare “tersebar”, “delay”).

Einstein merumuskan teorinya dalam sebuah persamaan mathematik:

t’ = waktu benda yang bergerak

t = waktu benda yang diam

v = kecepatan benda

c = kecepatan cahaya

Diterangkan bahwa perbandingan nilai kecepatan suatu benda dengan kecepatan cahaya, akan berpengaruh pada keadaan benda tersebut. Semakin dekat nilai kecepatan suatu benda (v) dengan kecepatan cahaya (c), semakin besar pula efek yang dialaminya (t`): perlambatan waktu. Hingga ketika kecepatan benda menyamai kecepatan cahaya (v=c), benda itu pun sampai pada satu keadaan nol. Demikian, namun jika kecepatan benda dapat melampaui kecepatan cahaya (v>c), keadaan pun berubah. Efek yang dialami bukan lagi perlambatan waktu, namun sebaliknya waktu menjadi mundur (-t’).

Kisah perjalanan Si Kembar atau  dilatasi waktu.

Twin Paradox adalah suatu theori hasil pemikiran (Gedankenexperiment atau thought experiment) oleh Albert Einstein berbasis theori relativitas khusus yang sampai saat ini masih menjadi perdebatan para pakar fisika. Theori tersebut secara keseluruhan menggambarkan kisah perjalanan dua saudara kembar yang berpisah. Salah seorang dari saudara kembar (A) tersebut tinggal di Bumi dan saudara kembar lainnya (si traveler(B)) terbang keluar angkasa kesebuah planet di tata surya yang jauh dengan kecepatan cahaya dan kembali kebumi dengan kecepatan yang sama. Setelah mereka bertemu kembali dibumi mereka menemukan fakta bahwa umur si kembar yang mengadakan perjalanan (si traveler) lebih muda daripada umur saudaranya (A) yang tetap tinggal dibumi, disebabkan si traveler mengalami phenomenon time dilation atau fenomena dilatasi waktu  dalam perjalanannya.
Time dilation (dilatasi waktu) adalah fenomena, dimana seorang Observer disatu titik melihat, bahwa jam dari orang yang bergerak dengan cepat menjadi lebih lambat (atau cepat), sebenarnya hal tersebut tergantung dari frame of reference dimana dia berada. Time dilation dapat di ketahui hanya apabila kecepatan mengarah kepada kecepatan cahaya dan sudah dibuktin secara akurat dengan unstable subatomic particle dan precise timing of atomic clocks.

Pembuktian teori relativitas.

Studi tentang sinar kosmis merupakan satu pembuktian teori ini. Didapati bahwa di antara partikel-partikel yang dihasilkan dari persingungan partikel-partikel sinar kosmis yang utama dengan inti-inti atom Nitrogen dan Oksigen di lapisan Atmosfer atas, jauh ribuan meter di atas permukaan bumi, yaitu partikel Mu Meson (Muon), itu dapat mencapai permukaan bumi. Padahal partikel Muon ini mempunyai paruh waktu (half-life) sebesar dua mikro detik yang artinya dalam dua perjuta detik, setengah dari massa Muon tersebut akan meleleh menjadi elektron. Dan dalam jangka waktu dua perjuta detik, satu partikel yang bergerak dengan kecepatan cahaya (± 300.000 km/dt) sekalipun paling-paling hanya dapat mencapai jarak 600 m. padahal jarak ketinggian Atmosfer di mana Muon terbentuk, dari permukaan bumi, adalah 20.000 m yang mana dengan kecepatan cahaya hanya dapat dicapai dalam jangka minimal 66 mikro-detik. Lalu, bagaimana Muon dapat melewati kemustahilan itu? Ternyata, selama bergerak dengan kecepatannya yang tinggi—mendekati kecepatan cahaya, partikel Muon mengalami efek sebagaimana diterangkan teori Relativitas, yaitu perlambatan waktu.

Pembuktian selanjutnya terjadi pada tahun 1971,  perbedaan waktu (time dilation) di twin paradox theori tersebut telah dibuktikan melalui “Hafele-Keating-Experiment” dengan menggunakan 2 buah jam yang berketepatan tinggi (High precision Cesium Atom clocks) yang di set awal pada waktu yang sama.

Experiment tersebut menghasilkan perbedaan waktu pada kedua jam tersebut, antara jam yang diletakkan di pesawat Intercontinental yang bergerak terbang kearah timur / barat dengan jam referensi yang diletakkan di U.S. Naval Observatory di Washington, waktu jam di pesawat berkurang/bertambah tergantung dari arah penerbangan.
Relativ terhadap jam di Naval Observatory, jam dipesawat berkurang waktu 59+/-10 nanoseconds dalam penerbangan ketimur, dan mengalami pertambahan waktu 273+/-7 nanosecond pada penerbangan ke barat. Hasil empiris tersebut membuktikan theori twin paradox dalam tingkatan jam macroskopik.

Dengan adanya pembuktian pembukatian tersebut, berarti  Albert Einstein dengan teori relativitasnya secara langsung atau tidak langsung telah membuktikan bahwa kisah Al Quran tentang kisah  “perjalanan  Rasulullah SAW kelangit ketujuh dan kembali dalam satu malam” adalah benar.   Terutama dalam segi dimensi WAKTU,  dalam perhitungannya memungkinkan.

Pertanyaan selanjutnya bagaimana dengan Nabi Isa AS, ummat Islam mempercayai bahwa Nabi Isa, yang diakui sebagai Yesus oleh penganut Kristen, memang tidak dibunuh oleh orang-orang yang mengejarnya ketika itu. Bahkan beliau belum wafat. Nabi Isa akan kembali diakhir jaman, Apakah Nabi Isa juga mengalami perjalanan dan dilatasi waktu serupa? Wallahu ‘alam bish shawwab.

 

Applikasi Teori Relativitas.

Salah satu aplikasi teori tersebut adalah alat GPS – Global Postioning System di Handphone anda merupakan applikasi hasil dari  theory relativitas umum dan relativitas khusus. Dalam hal ini jam satellite di orbit di bandingkan dengan jam di darat sebagai faktor koreksi pengiriman signal.

Akhirul kalam, saya menganggap bahwa pengetahuan akan adanya dilatasi waktu antar galaksi adalah suatu fenomena menarik bagi kaum muslimin. Fenomena inipun banyak terjadi pada peristiwa sehari-hari dan bahkan dipelajari oleh ilmuwan barat untuk mempelajari peristiwa di alam raya. Dan mestinya bukanlah sesuatu yang dilarang atau berlebihan untuk lebih memahami fenomena di alam. Untuk selanjutnya yang kita tunggu adalah adanya kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan untuk dapat mengungkapkan desain dari black hole dan wormhole yang gabungan keduanya mirip bentuk teratai (Sidrah atau Sidratul, dan bentuk otak pada tubuh manusia. Sehingga semua ini mudah-mudahan dapat meningkatkan ketakwaan kita dihadapan sang Pencipta.

Pustaka:

Hadits-Hadits tentang Keutamaan Sedekah

Sedekah artinya memberi sesuatu yang menyenangkan kepada orang lain, seperti harta atau sekadar senyuman manis. Sedekah pun tidak hanya dalam bentuk harta.

Sedekah –dalam bentuk harta– tidak mengurangi harta. Justru sedekah dapat menambah keberkahan harta, makin bertambah manfaat dan jumlah harta
Sedekah juga menolak bala atau bencana, mencegah api neraka, bisa menyembuhkan penyakit, menambah umur, dan mencegah kematian yang buruk.

Hadits-hadits tentang keutamaan sedekah di bawah ini menunjukkan keajaiban sedekah atau betapa sedekah merupakan amalan yang manfaat dan balasannya sangat luar biasa.

Hadits-hadits tentang keutamaan sedekah

    • “Takutlah engkau kepada neraka, sekalipun dengan jalan bersedekah dengan potongan kurma, maka barangsiapa tidak dapat menemukan itu maka hendaklah besedekah dengan mengucapkan perkataan yang baik.”HR. Muttafaq ‘alaih
    • “Jagalah dirimu dari api neraka, walau dengan bersedekkah separuh buah kurma.” (HR. Muttafaqu ‘Alaih).
    • “Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar ma’ruf dan nahi munkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah.”(HR. Tirmizi dan Abu Dzar).
    • “Tidak seorangpun yang menyedekahkan hartanya yang halal dimana Allah menerimanya dengan kananNya (dengan baik), walaupun sedekahnya itu hanya sebutir kurma. Maka kurma tersebut akan bertambah besar di tangan Allah Yang Maha Pengasih, sehingga menjadi lebih besar daripada gunung. Demikian Allah memelihara sedekahmu, sebagaimana halnya kamu memelihara anak kambing dan unta (semakin hari semakin  besar).” (HR. Muslim).
    • “Barangsiapa mengumpulkan harta yang haram, kemudian ia keluarkan sebagai sedekah, maka ia tidak akan mendapatkan pahala. Dan ia tetap mendapatkan dosa.” (HR. Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Hakim).
    • “Kamu menyingkirkan batu, duri dan tulang dari tengah jalan itu adalah sedekah bagimu”(HR. Bukhari)
    • “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR. Imam Tirmidzi).
    • “Jauhilah neraka walupun hanya dengan (sedekah) sebiji kurma, kalau kamu tidak menemukan sesuatu, maka dengan omongan yang baik.” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim.)
    • “Sesungguhnya sedekah dapat memadamkan panasnya kubur bagi orang yang memberikan sedekah, dan sesungguhnya orang mukmin akan bernaung pada hari kiamat nanti di bawah naungan sedekahnya.” (HR. Tabbrani).
    • “Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan menafkahkan sebuah kurma.”(HR. Bukhari dan Muslim).
    • “Peliharalah harta bendamu dengan cara mengeluarkan zakat. Dan obatilah penyakitmu dengan sedekah. Dan hadapilah cobaan yang datang bertubi-tubi dengan do’a dan merendahkan diri kepada Allah.” (HR. Abu Daud).
    • “Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendoakan kedua orang tuanya.”(HR. At-Tirmidzi)
    • “Jagalah hartamu dengan zakat dan obatilah sakitmu dengan sedekah dan hadapilah segala cobaan dan bahaya dengan doa serta rendah hati.”(HR. Abu Hurairah)
    • “Sesungguhnya sedekah dapat memadamkan panasnya kubur bagi orang yang memberikan sedekah, dan sesungguhnya orang mukmin akan bernaung pada hari kiamat nanti di bawah naungan sedekahnya.” (HR. Tabbrani).
    • “Peliharalah harta bendamu dengan cara mengeluarkan zakat. Dan obatilah penyakitmu dengan sedekah. Dan hadapilah cobaan yang datang bertubi-tubi dengan do’a dan merendahkan diri kepada Allah.” (HR. Abu Daud).
    • “Sesungguhnya sedekah seorang muslim dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang su’ul khotimah, Allah akan menghilangkan sifat sombong, kefakiran dan sifat berbangga diri darinya.”(HR. Thabrani).
    • “Barangsiapa sedekah sebiji kurma dari rezeki yang halal dan Allah hanya akan menerima dari yang baik, maka Allah menerimanya dengan tangan kananNya, kemudian mengembangkannya untuk pemiliknya sebagaimana seorang dari kalian mengembangbiakkan anak kudanya, sampai satu suapan menjadi seperti gunung Uhud.” (HR. Bukhari).
    • “Tidaklah ada satu pekerjaan yang paling mulia yang dilakukan oleh seseorang daripada pekerjaan yang dilakukan dari tangannya sendiri. Dan tidaklah seseorang menafkahkan hartanya terhadap diri, keluarga, anak dan pembantunya melainkan akan menjadi sedekah.”(HR. Ibnu Majah).
    • “Setiap muslim harus bersedekah.” Salah seorang sahabat lalu bertanya, “Bagaimana pendapatmu, wahai Rasulullah, jika ia tidak mendapatkan (harta yang dapat disedekahkan)?” Rasulullah SAW bersabda, “Bekerjalah dengan tangannya sendiri kemudian ia memanfaatkannya untuk dirinya dan bersedekah.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana jika ia tidak mampu, wahai Rasulullah SAW?” Beliau bersabda, “Menolong orang yang membutuhkan lagi teraniaya.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana jika ia tidak mampu, wahai Rasulullah SAW?” Beliau menjawab, “Mengajak pada yang ma’ruf atau kebaikan.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana jika ia tidak mampu, wahai Rasulullah SAW?” Beliau menjawab, “Menahan diri dari perbuatan buruk, itu merupakan sedekah.” (HR. Muslim).
    • “Barangsiapa yang menginfaqkan kelebihan hartanya di jalan Allah SWT maka Allah akan melipatgandakan dengan tujuh ratus (kali lipat). Dan barangsiapa yang berinfaq untuk dirinya dan keluarganya, atau menjenguk orang sakit, atau menyingkirkan durii, maka mendapatkan kebbaikan dan kebaikan dengan sepuluh kali lipatnya. Puasa itu tameng selama ia tidak merusaknya. Dan barangsiapa yang Allah uji dengan satu ujian pada fisiknya, maka itu akan menjadi penggugur (dosa-dosanya).”(HR. Ahmad).
  • “Janganlah kalian menganggap remeh satu kebaikan pun. Jika ia tidak mendapatkannya, maka hendaklah ia ketika menemui saudaranya, ia menemuinya dengan wajah ramah,, dan jika engkau membeli daging, atau memasak dengan periuk/kuali, maka perbanyaklah kuah dan berikanlah pada tetanggamu dari padanya.”(HR.Tirmidzi).

Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim

Indahnya Berbagi, Kali ini Kami “Komunitas seribu senyum” mengunjungi Yayasan Panti Asuhan Muhammadiyah Jl. meokan asri barat 1 Blok P No 25.

zakat, sedekah, amal, anak yatim, artikel3

Kumunitas Seribu  Senyum start berangkat dari sekretariat Dharmawangsa 60 pukul 6:30 pagi, tepatnya pada tangggal 30 April 2014, dengan membawa Kotak Makan yang berisi nasi kuning kesukaan anak-anak. Alhamdulillah kita sampai disana lebih kurang 20 menit perjalanan (karena kondisi jalan lancar).  Dari anak asuhan Yayasan yang kami kunjungi itu rata-rata dari anak-anak yang di tinggal atau di buang oleh orang tuanya sendiri, dan ada juga dhuafa yang bertempat tinggal di sekitar yayasan tersebut. setelah kami disana sunda gurau dan tawapun tersimpuh dalam diri kami dengan senangnya bermain dengan anak-anak. tapi yang paling lucunya lagi ketika foto bereng kebanyakan narsis-narsis hehehe.